Blog ini berisi tentang seputar informasi pendidikan, kesenian, keterampilan dan lain-lain

Materi IPA Daur Hidup pada Hewan

by Andre Prima , at 1:47 PM , has 0 comments

Advertisement

 Daur Hidup pada Hewan
Daur hidup pada hewan dimulai dari bayi  yang lahir atau menetas dari telur, kemudian berkembang menjadi dewasa untuk dapat berkembangbiak. Pada beberapa hewan seperti serangga dan katak, telur menetas menjadi hewan yang sangat berbeda bentuknya dengan hewan dewasa.  Bakal hewan berkembang menjadi dewasa melalui beberapa tahapan atau fase perkembangan.  Pada setiap fase terjadi perubahan bentuk. Perubahan bentuk hewan selama proses perkembangan menuju dewasa dikenal dengan istilah metamorfosis.

Kita tidak pernah menemukan telur ulat, karena ulat tidak mampu bertelur. Ulat merupakan bentuk muda dari kupu-kupu. Jadi ulat harus berkembang menjadi dewasa dan berubah bentuk menjadi kupu-kupu agar mampu bertelur. Perubahan bentuk dari telur menjadi ulat lalu menjadi kepompong dan kemudian menjadi kupu-kupu merupakan contoh tahapan metamorfosis. Hewan yang mengalami metamorfosis sebenarnya tidak hanya serangga, tetapi juga  katak.

Daur hidup pada serangga
Ada serangga yang bermetamorfosis sempurna (holometabola), yang bermetamorfosis tidak sempurna (hemimetabola). Metamorfosis sempurna terjadi pada kupu-kupu, kepik, kumbang kelapa, lalat, katak, lebah dan nyamuk. Pada hewan yang bermetamorfosis sempurna memiliki bentuk hewan muda yang berbeda dengan bentuk dewasanya.
Metamorfosis sempurna cirinya adalah jika hewan muda menetas dari telur sangat berbeda dengan hewan dewasa meskipun tahapannya tidak lengkap (tidak melalui fase pupa)seperti pada katak.
        
Daur hidup pada katak
Katak termasuk golongan amfibi (hewan yang memiliki daur hidup di air dan di darat), berkembang biak dengan cara bertelur. Telur yang dikeluarkan betina merupakan telur yang belum dibuahi, tentu saja telur ini dilengkapi dengan cadangan makanan. Proses pengeluaran telur ini diakibatkan karena rangsangan jantan. Telur yang dikeluarkan betina langsung dibuahi oleh spermatozoa jantan. Proses pembuahan ini terjadi di luar tubuh induk.
Selama perkembangan dari telur hingga dewasa, katak mengalami perubahan bentuk (metamorfosis). Tahapannya adalah telur katak menetas menjadi berudu atau kecebong yang berekor. Berudu bernapas dengan insang, kemudian pada berudu tumbuh sepasang kaki belakang dan disusul sepasang kaki depan. Berudu yang berkaki empat, mula-mula masih berekor. Sejalan dengan perkembangannya, ekornya menyusut dan makin lama makin menghilang. Dengan demikian katak muda sudah tidak memiliki ekor lagi. Katak muda berkembang menjadi katak dewasa. Katak dewasa bernapas dengan paru-paru.                           
Metamorfosis tidak sempurna terjadi pada lipas (kecoa), jangkrik, belalang, capung dan kutu buku. Bentuk hewan tersebut pada saat baru menetas tidak jauh berbeda dengan saat dewasa. Kecoa tidak mengalami masa larva atau tempayak maupun masa kepompong seperti pada kupu-kupu. Kecoa atau lipas berkembang biak dengan bertelur. Telur lipas yang telah dibuahi, dikeluarkan dari induk betina dan diletakkan pada tempat-tempat
 
Induk betina dan diletakkan pada tempat-tempat  yang lembab. Telur akan menetas menjadi lipas muda, bentuk lipas muda tidak jauh berbeda dengan lipas dewasa. Fase lipas muda ini disebut nimfa. Nimfa merupakan bentuk yang belum dewasa.

Jadi perbedaan antara metamorfosis sempurna dan tidak sempurna adalah pada perbedaan bentuk hewan yang keluar dari telur dengan bentuk dewasanya. Jika bentuknya mirip, maka merupakan metamorfosis tidak sempurna. Jika bentuknya sangat berbeda, maka merupakan metamorfosis sempurna.

Advertisement

Andre Prima
About
Materi IPA Daur Hidup pada Hewan - written by Andre Prima , published at 1:47 PM, categorized as Pendidikan . And has 0 comments
0 comments Add a comment
Bck
Cancel Reply
Copyright ©2013 MARIOATHA BLOG
Theme designed by Damzaky - Published by Proyek-Template
Powered by Blogger